Benda Cagar Budaya Kelurahan Lakonea


1. Benteng Pingilia

 

Benteng PingiliaBenteng Pangilia terletak + 3 km ke arah Tenggara Benteng Lipu. Benteng ini didirikan oleh Sangia Rau dengan tujuan untuk mempertahankan diri dari serangan Suku Tobelo. Benteng Pengilia terletak di atas sebuah bukit yang menghadap ke laut lepas. Pemandangan ke arah Timur sangat indah sebab kapal-kapal yang melintas tampak sangat jelas. Di dalam kompleks benteng tidak ada peninggalan lain, kecuali sebuah jurang yang berada pada sisi Selatan yang diduga untuk persembunyian. Pohon-pohon besar maupun kecil tumbuh sangat indah baik di dalam maupun di luar benteng.

Benteng Pangilia dengan panjang dinding 823 meter merupakan benteng pertahanan terdepan dan tidak dihuni oleh penduduk pada masa itu. Dinding benteng dibangun dengan teknologi sederhana yakni batu-batu gunung disusun beraturan tanpa menggunalkan bahan perekat. Benteng ini dilengkapi dengan beberapa buah bastion dan beberapa buah trap (tangga) bersusun 2 sampai 4 buah. Tinggi tembok bervariasi antara 2 – 5 meter, sedangakan tebal bagian atas antara 2 – 3 meter.

Dinding bangunan Benteng Pengilia masih banyak yang utuh (+ 60 %). Umumnya kerusakan disebabkan oleh desakan akar-akar pohon yang tumbuh di sisi dalam maupun di sisi luar. Selain itu, banyak pula pohon-pohon kecil yang tumbuh di permukaan dinding benteng.

 

 

2. Benteng Lipu (Keraton Kalisusu)

 

 

Benteng LipuBenteng Lipu merupakan benteng utama pertahanan masyarakat Kulisusu yang dibangun dalam pusat pemerintahan Lakino Kulisusu sekitar abad ke XVII. Benteng ini didirikan atas prakarsa Buraku (Gaumalanga) yakni seorang penyiar agama Islam dengan tujuan untuk melindungi diri dari seragam musuh utamanya suku Tobelo dan bangsa Belanda.

Benteng Lipu terletak + 1 km dari ibukota Kecamatan Kulisusu dan berada di atas perbukitan dengan ketinggian + 60 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan Benteng Lipu adalah + 12,95 hektar yang dimanfaatkan untuk perumahan penduduk (bagian Selatan), sedangkan pada bagian Utara adalah kompleks makam-makam kuno dan bangunan bersejarah lainnya.

Benteng Lipu dan beberapa bangunan peninggalan di dalamnya telah dipugar oleh pemerintah provinsi selama 6 tahap dan berakhir pada tahun 2007. Adapun data-data benteng adalah sebagai berikut :

  • Panjang dinding Benteng Lipu adalah 1.883 meter.
  • Tinggi dan tebal tembok bervariasi tergantung pada kondisi tanah atau lereng bukit.
  • Terdapat 7 buah Bastion yang dibuat pada beberapa titik yang strategis.
  • Pintu masuk benteng (bentuk asli) saling menutupi.
  • Pada permukaan tanah di dalam kompleks benteng banyak ditemukan sebaran pecahan keramik asing dan gerabah.

 

 

3. Bangunan Cagar Budaya Dalam Kompleks Benteng Lipu

 

  1. Masjid Keraton Kulisusu
    Keadaan fisik bangunan ini tidak asli lagi, kecuali dasar bangunan yang masih dapat diidentifikasi. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun setelah masyarakat memeluk agama Islam. Ukuran dasar bangunan yakni: panjang 18 meter, lebar 17,25 meter, tinggi 1,50 meter, dan terendah 1,30 meter.

    Masjid Kalisusu












  2. Kulisusu (Kulit Lokan)
    Benda ini adalah yang melatarbelakangi penamaan Kulisusu, kini tinggal sebelah dan tertimbun hampir seluruh bagiannya. Konon ceritanya bahwa pasangan dari kulit Lokan ini diambil oleh suku Tobelo setelah masyarakat Kulisusu menderita kekalahan. Adapun ukurannya sebagai berikut : panjang 60 cm dan tinggi dari permukaan tanah 25 cm.

     Kuli Susu (Kulit Lokan)    Kulisusu (Kulit Lokan)




  3. Raha Bulelenga
    Bangunan ini sebenarnya hanya mempunyai satu tiang penyangga, namun karena pertimbangan ketahanan bangunan maka saat dilakukan pemugaran bangunan dengan ditambahkan beberapa tiang pembantu. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat Mancuana (pemimpin kampung) untuk meminta berkah akan keselamatan rakyatnya. Ukuran bangunan ini adalah 6,10 meter x 6,10 meter.

    Raha Bulelenga




















  4. Baruga
    Menurut cerita turun temurun bahwa pada mulanya bangunan ini merupakan tempat pembuatan perahu pada masa pra Islam. Setelah perahu selesai, bangunan pelindungnya dijadikan tempat musyawarah masyarakatnya. Bangunan ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan  oleh masyarakat. Pada tahun 1995 bangunan ini dipugar oleh pemerintah provinsi sesuai ukuran aslinya yakni : panjang 15,65 meter dan lebar 7,75 meter.

    Baruga














  5. Makam-makam Kuno
    Bangunan masaa Islam lainnya di kompleks Benteng Lipu adalah makam Raja-raja/Lakino, makam para Mubaliqh, dan makam bangsawan lainnya. Bangunan makam ditempatkan pada 6 tembok pagar yang dibagi atas 4 lokasi yakni:

    • Lokasi Tongano Lipu
      Dalam lokasi ini hanya terdapat satu tembok pagar yang didalamnya berisi sebuah makam. Adapun yang dimakamkan adalah Wa Ode Bilahi yakni istri Sultan Buton ke IV Laelangi di Kulisusu. Beliau juga adalah ibu dari La ode yakni Raja/Lakino Kulisusu I

    • Lokasi Langkaudu
      Di lokasi ini terdapat 2 buah tembok pagar makam yakni:
      • Tembok pagar I adalah La Ode Ode yakni Lakino Kulisusu I dan Makam seseorang yang belum dapat diidentifikasi. Ukuran tembok pagar adalah 10 x 6 meter.
      • Tembok pagar II adalah makam penyiar Agama Islam pertama di Kulisusu yakni Buraku (Gaumalanga).

    • Lokasi Widodolo
      Di lokasi ini terdapat pula 2 buah tembok pagar makam yakni:
      • Tembok pagar I adalah makam Sangia Laihori dan 5 buah makam lainnya yang belum dapat diidentifikasi.
      • Tembok pagar II adalah makam Ima Eya (imam besar) yakni seorang penyiar Agama Islam lainnya yang membantu Buraku.

    • Lokasi Bunga Eja
      Di dalam lokasi ini hanya terdapat sebuah tembok pagar yang berisi + 15 buah makam. Adapun yang dimakamkan adalah Waopu Bunga Eja dan Waopu Baluara, sedangkan yang lainnya belum dapat diidentifikasi. Kedua orang tersebut di atas masing-masing pernah menjabat Lakino Kulisusu. Ukuran tembok pagar yakni 8 x 8,20 meter.


4. Bangunan Cagar Budaya Luar Kompleks Benteng Lipu

    • Makam Kodangku
      Makam ini terletak + 75 meter arah Utara (sudut bagian timur) Benteng Lipu. Kodangku adalah seorang tokoh yang cukup disegani pada saat-saat awal masuknya agama Islam di daerah ini. Beliau dimakamkan di luar benteng atas permintaan sendiri karena dalam pembangunan Benteng Lipu tidak berpatokan dengan rancangannya yang meliputi seluruh pancaran Kulisusu (air Lokan) sewaktu ditemukan oleh Sangia Doule. Ukuran tembok pagar makam yakni: 12,50 meter dan lebar 12 meter. Jirat makam panjang 5,80 meter dan lebar 1,20 meter.

    • Sumur Terbuka Eebula
      Sumur ini berada kurang lebih 50 meter arah Barat Benteng Lipu dan merupakan satu-satunya sumur yang hingga sekarang masih digunakan oleh masyarakat. Menurut cerita turun-temurun bahwa sumur ini digali oleh seorang wanita sakti yang bernama Wa Bula. Pada masa penjajahan Belanda di Kulisusu sumur ini direnovasi secara permanen, tetapi kini keadaannya memprihatinkan. Ukuran mulut sumur adalah 2,75 meter x 2,75 meter dengan kedalaman 22 meter.

      Sumur Tua Eebula

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Benteng Mata Oleo

Benteng Mata Oleo dibangun oleh seorang sakti yakni Sangiancy mengelilingi pusat perkampungan pada masa itu. Tujuan didirikan benteng ini adalah merupakan  pendukung dari Benteng lipu terhadap serangan musuh dari arah Timur.


Benteng Mata Oleo terletak + 1 km arah Timur Benteng Lipu atau + 2 km ke Pantai Timur Lasee. Saat ini, baik di luar maupun seluruh lingkungan benteng sudah ditanami jambu mete oleh masyarakat.
Benteng Mata Oleo memiliki panjang 485 meter, tergolong benteng pertahanan terdepan dan dihuni oleh masyarakat. Batu-batu benteng disusun beraturan tanpa menggunakan perekat. Tidak ditemukan bastion, kecuali sebuah trap (tangga) pada sudut benteng bagian Tenggara. Tinggi tembok antara 1,20 meter – 1,40 meter dengan ketebalan rata-rata 1,10 meter.


Dinding Benteng Mata Oleo sudah banyak yang runtuh, namun reruntuhannya masih berserakan di sekitar dinding benteng. Kerusakan disebabkan antara lain karena desakan akar-akar pohon hingga menggeser kedudukan batu-batu benteng. Disamping itu, kerusakan dinding benteng disebabkan pula oleh gangguan binatang liar.





Harga Websitenya Selangit   |   La Mbeto

Wah bnyk bgt untungnya ne...webnya dibikin dalam hitungan jam pake CMS Lokomedia.

Pembangunan Butur   |   La Deni

Ciptakan lapangan Kerja demi Kesejahteraan Masyarakat BUTUR...


Bagaimana penilaian Anda tentang kinerja Pelayanan Publik di Kabupaten Buton Utara?

Baik

Cukup

Kurang

Jumlah Responden : 343
Lihat Hasil Poling

 


    Pengunjung hari ini : 25
    Total pengunjung : 131875
    Hits hari ini : 43
    Total Hits : 506146
    Pengunjung Online : 2