Bappeda Gelar Forum Konsultasi Publik: Bupati, jelaskan pentingnya RPJPD tahun 2025-2045

 

Buranga Infokom News- Pemerintah Kabupaten Buton Utara gelar forum konsultasi publik penyusunan dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 bekerja sama dengan tenaga ahli tim penyusun Universitas Halu Oleo di aula Bappeda Rabu, (5/6).

Dalam sambutannya Bupati Buton Utara Dr. H. Muhammad Ridwan Zakariah, M.Si menyampaikan bahwa konsultasi publik penyusunan RPJPD tahun 2025-2045 ini sebagai wujud kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pembangunan Kabupaten Buton Utara yang akan datang.

Menurutnya, Tantangan pembangunan kita kedepan akan semakin komplek, maka partisipasi semua pihak dalam merumuskan arah kebijakan Buton Utara pada dua puluh tahun kedepan menjadi faktor kunci lahirnya perencanaan pembangunan yang berkualitas, tuturnya.

Pelaksanaan forum konsultasi publik ini merupakan rangkaian tahapan yang harus kita laksanakan dalam perumusan RPJPD di tahun 2024. Hal ini tentunya sesuai dengan apa yang termuat dalam permendagri nomor 86 tahun 2017 dan instruksi menteri dalam negeri nomor 1 tahun 2024 tentang pedoman penyusunan RPJPD tahun 2025-2045, yang mengamanatkan bahwa, rancangan awal RPJPD dibahas bersama dengan kepala perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam forum konsultasi publik untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan.

“Dimana masukan dan saran dari berbagai pihak nantinya akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan pemangku kepentingan yang hadir pada forum konsultasi publik ini, paparnya.

Sementara itu juga Bupati menjelaskan, proses penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Buton Utara, mengacu kepada visi rencana pembangunan jangka panjang nasional atau visi indonesia emas 2045 yaitu terwujudnya Indonesia sebagai negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan.

“RPJPD Kabupaten Buton Utara juga mengacu pada visi rencana pembangunan jangka panjang daerah  Sulawesi tenggara tahun 2025-2045 yaitu terwujudnya sulawesi tenggara yang berdaya saing, maju dan berkelanjutan, namun secara subtantif memuat arah kebijakan pemanfaatan potensi sumber daya manusia dan bagaimana strategi yang diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki, baik yang ada di atas permukaan bumi maupun deposit mineral yang terkandung dalam tanah, serta tantangan kita yang berada di sekitar kawasan hutan lindung, jelasnya.

Sehingga kemudian menjadi rumusan dalam RPJPD Kab. Buton Utara tahun 2025-2045, untuk itu konsep visi yang disampaikan pada forum ini  adalah “Mewujudkan Buton Utara yang Berdaya Saing, Sejahtera dan Berkelanjutan, kata Bupati.

Visi tersebut bermakna bahwa dalam jangka waktu dua puluh tahun kedepan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian Kabupaten  Buton utara berdaya saing, infrastruktur dasar dan infrastruktur strategis sudah memadai, terjadi pemerataan pembangunan, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang baik, serta pembangunan buton utara akan terus berkelanjutan dalam mengelola sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan”.

“Semua ini tentunya akan bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat buton utara. Selanjutnya dari visi tersebut kemudian dijabarakan dalam 7 misi sebagai berikut:

1. Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing

2. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif

3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif.

4. Mewujudkan pemerataan infrastruktur pelayanan dasar yang memadai dan berkualitas

5. Mewujudkan keamanan dan ketahanan sosial.

6. Mewujudkan penataan dan pemanfaatan ruang yang tepat dan bijaksana

7. Mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas.

Penjabaran rancangan tujuh misi ini tentunya diharapkan dapat menjawab tantangan dan permasalahan Kab. Buton Utara untuk 20 tahun kedepan, pungkasnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Muhammad Hardhy Muslim,SH.M.Si, para staf ahli bupati dan asisten, Kepala SKPD lingkup pemerintah Kabupaten Buton Utara, Kepala BPS Kabupaten Buton Utara, Kepala BPJS, Kepala Pertanahan, Camat se- Kabupaten Buton Utara, para tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama serta Tenaga Ahli Tim Penyusun  Akademisi Perwakilan Universitas Halu Oleo Ketua Tim Tenaga Ahli Dr. Muhammad Najib Husain,.S.Sos., M.Si dan anggotanya. Dr.Ir. Kahirun, M.Si.

(MC Kabupaten Buton Utara reporter Nirmala, editor Jeny, Redaktur Rajab)



Leave a Reply

SeputarWaktu.Com