Buranga Infokom News – Bupati Buton Utara Dr. H.Muh. Ridwan Zakariah, M.Si berpesan menjadikan momentum Isra Mi’raj dengan mempertebal keimanan dengan kewajiban menjalankan sholat lima waktu.

Hal itu diungkapkan dalam peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Rumah jabatan Kamali, Senin (12/2/2024) yang dihadiri Wakil Bupati, Sekda Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, para Kepala OPD, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Darma Wanita, tokoh agama dan masyarakat.

Dikatakannya bahwa peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah kental di masyarakat tidak terkecuali umat Islam di kabupaten Buton Utara.

Peringatan isra mi’raj nabi Muhammad SAW yang kita laksanakan setiap tahunnya ini bukan hanya ritual tahunan semata akan tetapi momentum ini adalah upaya kita untuk mempertebal keimanan kepada Allah SWT, karena banyak hikmah dan pelajaran dari perjalanan nabi Muhammad SAW yang dapat kita petik dan realisasikan dalam kehidupan sehari-hari, imbuhnya.

Kemudian, peristiwa isra mi’raj ini bukanlah sekedar kisah fantastis namun perjalanan spiritual yang sarat makna sebagai bukti kebesaran Allah dan kecintaan-Nya kepada nabi Muhammad yang ditugaskan membawa risalah Islam.

Salah satu pelajaran utama dari isra mi’raj adalah ditetapkannya kewajiban Shalat lima waktu sebagai momen titik balik meningkatkan kualitas Shalat kita sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan akhlak mulianya.

” mari jadikan peringatan isra mi’raj sebagai refleksi diri untuk memperbaiki sikap dan perilaku kita, mempererat silaturahmi dan ukhuwah sesama muslim, bersatu saling memaafkan dan bahu-membahu membangun masyarakat yang lebih baik.

Isra mi’raj adalah peristiwa luar biasa sehingga merupakan mukjizat yang begitu besar bagi kerasulan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Isra dan Mi’raj terjadi pada diri beliau dilakukan dengan ruh dan jasad dan dalam waktu kurang dari satu malam. Oleh karena itu kalau hanya dilihat dari pendekatan akal pikiran dan nalar manusia yang sangat terbatas maka tentu peristiwa tersebut sangatlah tidak masuk akal secara logika. Peristiwa isra mi’raj memang suatu peristiwa yang tidak dapat dinalar secara akal, namun kita sebagai umat Islam harus tetap meyakininya.

Tujuan utama dari peristiwa isra mi’raj ini adalah untuk mengambil pelajaran dan hikmah dibalik peristiwa itu. Karena ada suatu kekuatan yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra namun bisa dirasakan oleh raga, ada zat yang mampu mengatur gerak-gerik para makhluk di muka bumi, zat yang maha segalanya dan lebih berkuasa dari apapun di alam yaitu Allah subhanahu wa ta’ala.

Berbagai peristiwa yang diperlihatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala selama perjalanan isra mi’raj dimaksud untuk memperlihatkan kepada nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kita sebagai pengikutnya sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Pengalaman tersebut kemudian disampaikan kepada umatnya agar direnungkan dan dipetik hikmahnya.

Esensi peringatan isra mi’raj adalah penyatuan dimensi spiritual dan dimensi sosial yang dituangkan dalam ibadah salat. Hal ini ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Alquran surat Al-Ma’un yang mengecam orang-orang yang mengerjakan Shalat tetapi tidak berusaha mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya pada kehidupan sehari-hari, Jelasnya.

Olehnya itu pada peringatan isra mi’raj nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam kali ini saya mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama memantapkan pelaksanaan Salat kita dengan meningkatkan kualitasnya sehingga setiap muslim merasakan shalat sebagai suatu kebutuhan yang harus dipenuhi bukan sebatas kewajiban yang harus ditunaikan, harapnya.

Kemudian ditambahkannya, bahwa sekali lagi saya menekankan pentingnya selalu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta sikap saling menghormati tidak hanya dengan sesama muslim namun juga dengan seluruh umat beragama lainnya sebagai perwujudan kita menjadi muslim yang rahmatan lil alamin.

Sementara itu Ustadz Jamaluddin Uksim selaku pembawa hikmah Isra Mi’raj menguraikan tiga nilai utama dari peristiwa Isra Mi’raj yaitu: Pertama, menenangkan hati Rasulullah dengan memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya; Kedua, pentingnya menjalankan shalat lima waktu yang dapat mengangkat derajat kita ke tempat tertinggi melebihi malaikat; dan ketiga, menjadi ujian keimanan seseorang apakah mau menerima kebenaran yang datangnya dari Allah SWT atau menolaknya, tutupnya.

(MC Kabupaten Buton Utara Reporter/Fotografer Rajab)



Leave a Reply

SeputarWaktu.Com