Buranga, Infokom News – Pada momentum Pesta Panen Desa Konde Kecamatan Kambowa, Wakil Bupati Buton Utara Ahali, SH.,MH. menjelaskan tentang perlunya melestarikan budaya daerah pesta panen sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh para orang tua kita dahulu.

Pesta panen yang dilaksanakan pada hari Minggu, 01/01/2023 di Desa Konde tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Buton Utara, Wakil ketua TP PKK Kabupaten Buton Utara, Camat Kambowa, Babinsa dan Kapospol Kecamatan Kambowa, para Kepala Desa se-Kecamatan Kambowa, beberapa pejabat dan staf ASN Kabupaten Buton Utara, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Kambowa.

Pada perayaan pesta panen ini Wakil Bupati menjelaskan bahwa ada 3 hal pokok yang paling utama yang perlu diketahui, yang pertama yakni sebagai umat beragama kita patut mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita dalam artian masyarakat Desa Konde mempersembahkan berbagai macam menu santapan untuk para tamu undangan sebagai rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan.

Yang kedua yaitu terkait pelestarian budaya yakni pesta panen yang dilaksanakan merupakan budaya yang telah dilaksanakan secara turun temurun oleh orang tua kita dahulu.

Yang ketiga yakni pesta panen adalah simbol persatuan, artinya kita menghadiri pesta panen ini tanpa adanya tekanan dan paksaan untuk berkumpul bersama-sama para tamu undangan yang berasal dari berbagai Desa di Kecamatan Kambowa serta dari berbagai daerah lainnya.

Wakil Bupati mengutarakan bahwa Pesta panen di Desa Konde tersebut adalah merupakan penutupan dari rangkaian pesta panen yang diadakan di Kecamatan Kambowa, oleh karena itu masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Kambowa dengan antusias berbondong-bondong untuk menghadiri acara pesta panen tersebut.

Terkait dengan budaya leluhur, Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa terpilihnya beliau menjadi pejabat kabupaten merupakan berkat dari para leluhur terdahulu, “Saya menjadi seperti ini mungkin karena ada leluhur yang mengantarkan saya karena niat tulus saya untuk membangun daerah ini,¬†tetapi kita harus hati-hati, ketika kita menyalahi sumpah itu maka kita akan terperosok dalam jurang yang tidak bisa kita hindari.”

“Oleh karena itu saudara-saudara kita yang diberi amanah sebagai pemimpin walaupun dalam skala kecil harus dipertanggung jawabkan, harus berhati-hati karena kita sebagai pemimpin adalah ujian bagi, kita akan wariskan kepada anak kita nanti, kalau bagus maka namanya bagus, kalau buruk maka kita menyimpan buli untuk anak kita. Selain itu kita sebagai pejabat telah disumpah, sumpah itu selain kita pertanggung jawabkan kepada negara, akan kita pertanggung jawabkan juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” Pungkasnya.

(MC Kabupaten Buton Utara Diskominfo)



Leave a Reply

SeputarWaktu.Com