Buranga Infokom News – Ali Mochtar Ngabalin Menyampaikan khutbahnya dengan menekankan kepada jama’ah untuk menjaga sholat 5 waktu sehari semalam dengan memperbaiki diri dalam kehidupan sebagai seorang muslim, pada Jumat, (2/1) di Masjid At Taufiq Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara.

Disampaikannya kepada jama’ah saat khutbah untuk terus memperbaiki kehidupan sebagai seorang muslim yang taat kepada agama.

“Mari memperbaiki kehidupan kita dengan memperbaiki diri kita, jangan tunggu waktu siang jika berada di waktu pagi, jangan tunggu waktu sore jika berada di waktu siang, dan jangan pernah menunggu waktu malam jika berada di waktu sore, jangan pernah berpikir besok masih ada waktu, itu rentetan dalam perjalanan kehidupan kita, ungkapnya.

Sehingga, waktu-waktu itu datang kita telah mempersiapkan diri. Hitunglah dirimu sebelum datang waktu ajalmu, nanti kita diperhitungkan dikemudian hari.

Itulah kemudian mengapa sholat menjadi hal utama dalam memperkuat keimanan kita dan menjadi pilar agama.

Menurutnya, Kelebihan ibadah shalat terletak pada :
Pertama, shalat itu membedakan orang-orang mukmin dengan yang lain, karena itu kita harus bangga menjadi orang -orang muslim tetapi kita akan lebih bangga sebagai orang-orang muslim yang beriman;

Kedua, shalat itu membedakan kita dengan orang lain. Oleh karena itu jangan pernah tinggalkan shalat 5 kali sehari semalam bagi orang-orang yang telah mengikrarkan dirinya tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah yang hadir dalam kehidupan umat manusia dalam rangka menentukan masa depan dan jati diri mereka.

Untuk itu kata Ali Mochtar Ngabalin yang juga Ketua Umum Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia menekankan pada perbaikan diri dan terus menggambarkan kebesaran Allah SWT.

“Mari memperbaiki diri kita dengan cara:
1). Maafkan semua orang yang pernah menzalimi kita, hebatnya Islam itu orang yang berbuat salah kepada kita tetapi Islam menyuruh kita yang memaafkannya;
2). Berhentilah menceritakan kekurangan orang lain karena kita bukan orang yang sempurna, belum tentu orang yang kita ceritakan kekurangannya itu kita lebih baik darinya;
3). Berhentilah menganggap sesuatu memiliki kekuatan yang bisa mengharapkan kita, kalau itu masih terjadi dalam diri kita, pantaslah doa-doa kita belum di ijabah oleh Allah, SWT.

Oleh karena itu, Jangan berhenti setiap waktu mengucapkan” Lailaha Ila Anta Subhanaka Inni Kuntu Minazalimin”, iringi perjalanan anak yang sedang sekolah mencapai cita-cita menjadi orang baik, iringi suami/ istri yang terbayang sakit, iringi orang tua yang sedang sakit menahan kesakitannya dengan tasbih di atas maka kita akan mendapatkan betapa dahsyatnya kalimat ini dalam perjalanan hidup kita, Pungkasnya diakhir khutbah.

(MC Kabupaten Buton Utara, Reporter/fotografer Rajab)



Leave a Reply

SeputarWaktu.Com