Buranga Infokom News - Terdapat 5 keutamaan bulan Ramadhan yang perlu diketahui, agar lebih termotivasi untuk meningkatkan intensitas ibadah dan ketakwaan kita pada bulan yang suci ini. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buton Utara, La Nita, S.Pd, M.M selaku tim Safari Ramadhan Bupati Buton Utara saat bertindak sebagai Khatib Jumat Perdana di Masjid At-taufik, Kelurahan Sara'Ea, Butur, Jum'at, 15 Maret 2024. Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa yang sangat ditunggu kedatangannya oleh umat Islam di seluruh dunia. Hal ini terbukti dari keberadaan amalan yang diwajibkan hanya di bulan Ramadhan seperti puasa dan sejumlah keutamaan lain yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits. Sebagian ulama membagi bulan Ramadhan dengan tiga fase: fase pertama awal Ramadhan sebagai fase rahmat, 10 di tengahnya sebagai fase maghfirah, dan 10 akhirnya sebagai fase 'itqun minan-naar (pembebasan dari api neraka). Walaupun nanti memasuki akhir bulan Ramadhan, tetapi tidak sedikitpun berkurang keutamaan bulan Ramadhan ini. Dalam sebuah hadits disebutkan, "Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut. (HR. Muslim). Berikut 5 keutamaan bulan Ramadhan, meliputi: Pertama bulan diturunkannya Al-Qur'an Allah menurunkan kitab suci Al-Qur'an yang mulia sebagai petunjuk untuk umat manusia, sebagai obat penawar untuk kaum mukminin, dan penunjuk untuk mereka yang lebih lurus, penyuluh ke jalan yang benar. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 185, شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ Artinya: Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur. Merujuk pada keutamaan ini, umat Islam dapat memperbanyak membaca Al-Qur'an selama berada pada bulan suci ini karena membacanya satu huruf bernilai satu kebaikan yang akan dilipatgandakan pahalanya sampai dengan sepuluh. Kedua Bulan Kesabaran Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan akan melatih kita makna kesabaran karena sabar adalah setengah dari iman dan puasa adalah setengah dari kesabaran( H.R: Ibnu Mas'ud ). Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga segala hawa nafsu lainnya termasuk di dalamnya amarah. Puasa Ramadhan hukumnya wajib. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,". Selanjutnya dalam Q:S : Az-zumar : 10, Allah, SWT berfirman: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". Hanya orang-orang yang sabarlah yang akan mampu melaksanakan puasa sehingga pahala orang-orang yang berpuasa itu sangat besar tanpa batas. Orang yang berpuasa itu mengintegrasikan 3 macam Kesabaran dalam dirinya yakni: sabar dalam ketaatan kepada Allah; sabar dari yang diharamkan Allah; dan sabar dari takdir Allah yang menyakitkan dari lapar, haus dan lemahnya badan serta jiwa. Ketiga Bulan Penuh Berkah Bulan Ramadhan juga disebut dalam hadits sebagai bulan penuh berkah. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.". Berkah dimaksudkan adalah bertambahnya kebaikan-kebaikan pada bulan yang penuh dengan kemuliaan ini diantaranya dilipatgandakannya pahala, doa-doa diijabah, taubat diterima dan dosa-dosa diampuni Allah, SWT. Keempat Bulan Dibukanya Pintu Surga Keutamaan bulan Ramadan selanjutnya disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA, إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ Artinya: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu." (HR Bukhari dan Muslim). Makna pintu surga dibuka adalah masukilah pintu kebaikan yang merupakan dorongan bagi setiap muslim untuk meningkatkan ibadah selama bulan suci Ramadhan. Makna pintu neraka ditutup merujuk pada upaya manusia menutup pintu maksiat dan syahwat sehingga tidak adanya dosa-dosa bagi orang-orang yang beriman. Sedang Makna setan-setan dibelenggu adalah usaha manusia memenjarakan perilaku setan pada dirinya. Kelima Bulan yang Terdapat Malam Lailatul Qadar Disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al Qadr, malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qadr ayat 1-5, "Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." Dijelaskannya, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang mendirikan sholat pada Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq Alaih). Itulah keutamaan bulan Ramadhan yang perlu diketahui oleh umat muslim sehingga baik 10 hari pertama, hingga 10 hari terakhir tidak mengendurkan semangat untuk beribadah kepada Allah, SWT. Tutupnya (MC Kabupaten Buton Utara/ Tim Safari Ramadhan 1445 H)